Aku adalah anak duniaku adalah bermain

Bunda sudah tepatkah kita memilih sekolah buat buah hati kita. Kebanyakan dari kita berpikir, kok tidak diajarkan calistung (baca, tulis, hitung) itu sering yang kita pikirkan.

Sering sekali para orang tua salah menilai sebuah PAUD/TK yang hanya mengajarkan "hal sederhana" bagi anak mereka.
Ketika anak diajarkan memilah biji kacang, meremas koran, mengayak tepung, bermain peran/drama dan sebagainya.







Ketika para orang tua bertanya pada anak mereka, apa yang kamu kerjakan di sekolah hari ini, dan ananda pun menjawab "aku bermain....bla..bla..bla..." dengan wajah polos dan senang.

Bunda.. jangan salah mengerti, sebenarnya mereka bermain sambil belajar, Ananda belajar menikmati hidup untuk meraih sukses dalam bekerja, aku menyiapkan diri untuk menghadapi masa depan.






Kita harus sadar, itulah dunia mereka, seperti keinginan mereka dan kata mereka. Namun pernahkah kita sadar apa yang terjadi dibalik kegiatan bermain anak tersebut....

Bunda, sebenarnya inilah yang terjadi:
Ketika kau melihat aku belajar melompat, berlari dan memanjat, tolong jangan katakan aku "Hanya bermain", Karena seperti itu kau lihat, Aku bermain sambil belajar, Aku belajar tentang bagaimana tubuhku, Mungkin saja suatu hari nanti aku menjadi Dokter, Perawat atau Atlet.





Ketika kau lihat aku duduk disebuah kursi, "Membaca Keras-keras" di depan penonton khayal, Tolong jangan tertawa dan mengira aku "Hanya bermain", Karena seperti kau lihat, Aku bermain sambil belajar, Aku mungkin menjadi guru suatu hari nanti.

Ketika aku sedang menyusun kubus, jangan katakan aku "Hanya
Bermain", Karena seperti kau lihat, Aku bermain sambil belajar, tentang keseimbangan bentuk.

Ketika aku sedang berpakaian lengkap membuat rumah-rumahan, lalu bermain boneka bayi, jangan katakan aku "Hanya bermain", Karena seperti kau lihat, Aku bermain sambil belajar. Untuk menjadi ibu dan ayah suatu hari nanti.

Jadi... sudahkah kita biarkan anak-anak kita bermain...?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa harus pilih daycare/ penitipan anak abatasa

Mengajarkan Anak berbagi, membentuk pondasi karakter yang kokoh